Sholat Hari Raya Idul Fitri Di Lapangan Dr. Koesen Hirohoesodo Rindam IV/ Diponegoro

Myindonesianews.online – Magelang – Khutbah Idul Fitri 2023 Singkat Menyentuh Hati Beragam Tema
Kumpulan Khutbah Idul Fitri 2023 singkat untuk disampaikan dalam pelaksanaan shalat Ied.

Hari Raya Idul Fitri sepatutnya disambut dengan kewajaran dan tidak berlebihan. Sebab, makna Idul Fitri sejatinya yakni bersyukur atas sempurnanya ibadah puasa yang dijalani hingga kembali ke fitrahnya semula (Idul Fitri).

Yakni agar kalian ingat kepada Allah di saat ibadah kalian selesai. Kegembiraan di hari raya Idul Fitri setelah sempurnanya ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadhan adalah dikarenakan pada hari itu Allah kembali mengunjungi hambanya dengan membawa kebaikan.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadhirat Allah Swt., atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini untuk menunaikan shalat Idul Fitri dengan penuh suka cita dan kegembiraan.

Suka cita dan kegembiraan ini bukan karena kita telah terlepas dari kekangan Ramadhan, tetapi karena kita telah diberi kesempatan dan kemudahan oleh Allah Swt untuk menyempurnakan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Mudah – mudahan suka cita dan kegembiraan ini menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt. dan tidak sebaliknya menjadikan kita jauh dari Allah Swt.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad saw., para keluarga dan sahabat tercinta beliau, serta orang – orang beriman yang mengikuti petunjuk beliau.

Muslimin muslimat sidang salat idul fitri yang berbahagia. Masuk surga dan terbebas dari api neraka adalah harapan kita semua, oleh karena itu mari kita berupaya seperti yang di nasihatkan Rasulullah SAW yang harus kita jadikan sebagai tradisi baik kita. Salam juga dimaknai sebagai keselamatan dan perdamaian. Setiap kita semua dianjurkan menebarkan keselamatan dan perdamaian, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.

Di antara hikmah diwajibkannya puasa Ramadan adalah agar kita dapat merasakan lapar dan dahaga. Sementara, banyak orang yang lapar bukan karena puasa, tetapi kelaparan karena ketiadaan, maka kita diharapkan menjadi orang dermawan dan penuh empati terhadap sesama manusia, menjalin silaturrahim, Islam menganjurkan untuk terus menjalin silaturrahim, karena silaturrahim mendatangkan manfaat yang luar biasa dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana Rasulullah ajarkan. Maka momentum Idul Fitri ini sangat tepat kita manfaatkan untuk bersilaturrahim kepada orang tua, keluarga, sanak saudara, tetangga, mitra kerja dan kepada semuanya.

Shalat sunnah yang paling besar pahalanya adalah qiyamul lail. Semoga ritual shalat tarawih, shalat witir, dan bangun malam untuk sahur yang kita lakukan sebulan kemarin mampu kita pertahankan selama sebelas bulan ke depan, sehingga tujuan diwajibkannya puasa dapat terwujud yaitu terwujudnya jiwa yang bertakwa dan hadirnya jiwa-jiwa yang shalih yang suka menebar kebajikan, keselamatan, dan perdamaian, serta jiwa yang peduli terhadap kemiskinan dan ramah terhadap lingkungannya.

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt yang menurunkan rahmat di pagi hari yang sejuk ini kepada kita semua, sehingga kita dapat bersama-sama mengagungkan nama-Nya. Begitupun mari sama sama kita bersalawat kepada Nabi Muhammad sebagai panutan kita yang telah menerangi jalan kehidupan ummat manusia di seluruh dunia.

Dalam kegembiraan kita merayakan Idul Fitri 1443, marilah sejenak kita meresapi tentang ketaqwaan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa! Sebab kebahagiaan yang hakiki hanya dapat diraih dengan cara taat menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya.

Beliau juga terbiasa menyerukan perintah tunaikan Zakat Fitrah kepada para sahabat di pagi hari yang masih gelap gulita sampai batas waktu dikerjakannya Salat Idul Fitri. Hal ini berarti bahwa sesuatu yang hukumnya wajib untuk menyempurnakan ibadah puasa sekalipun, ternyata juga ada batasannya.

Imam dan khotim Bapak H Nur Fuad Saifudin,S.Pd.I pengasuh pondok pesantren Kusuma Mulya Magelang.

Peserta yang hadir dalam rangka sholat idul fitri dilapangan Dr.Koesen Hirohoesodo Rindam IV/ Diponegoro Komandan Rindam IV/Diponegoro Kol Inf Ahmad Hadi Al Jufri, para Dansatdik, para kabag, para katim, anggota Rindam IV/ Diponegoro dan pengurus serta forkopimda kota Magelang, para jamaah yang mengikuti sholat idul fitri dilapangan Dr.Koesen Hirohoesodo kurang lebih 3000 jamaah. (Tardi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ingin beriklan? Hubungi kami