8 DPD Partai PAN Provinsi Papua Pegunungan Mengundurkan Diri

Myindonesianews.online – Papua – Delapan (8) ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Pegunungan , baru-baru ini mengajukan pengunduran diri dan bubar dari kepengurusan maupun jabatan setelah adanya mosi tidak percaya terhadap Ketua DPW baru terpilih oleh DPP PAN (Sinut Busup).

Dengan sikap tegas ketua DPD Kabupaten Lanny jaya Yemis Kogoya SIP beserta pengurus Ranting memutuskan untuk mundur, hal itupun di ikuti 7 pengurus DPD Kabupaten lainnya di Provinsi Papua Pegunungan.

“kami pengurus DPD PAN Lanny jaya dengan sah mengundurkan diri dari jabatan sebagai kader PAN, kata ketua DPD Yemis Kogoya SIP bersama pengurus DPD lainnya saat menggelar jumpa pers Kamis 2 Februari 2023.

8 DPD Partai Amanat Nasional Provinsi Papua Pegunungan, dengan tegas memutuskan kedelapan kader untuk mundur sebagai pengurus partai dilandasi atas mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPW PAN Provinsi Papua Pegunungan Sinut Busup.

Mosi tidak percaya itu dikarenakan, jabatan ketua DPW PAN Sinut Busup kinerja sebelumnya kurang berakrab dan kurang membangun komunikasi ke setiap pengurus 29 kabupaten sebelumnya di DPW Provinsi Papua, dan dinilai Sinut Busup tidak akan mampu membesarkan Partai PAN di 8 Kabupaten ( DOB) Provinsi Papua Pegunungan.

Kemudian DPD PAN 7 Kabupaten lainnya akan mengundurkan diri secara resmi setelah DPD PAN Kabupaten Lanny Jaya yang baru-baru ini mengundurkan diri secara resmi. Sementara ini kader PAN akan menggelar rapat dan hasilnya dengan tegas kesepakatan bersama untuk DPP PAN segera mengantikan ketua DPW Provinsi Papua Pegunungan Sinut Busup, dengan mengaris bawahi oleh 8 DPD PAN Pegunungan meminta, DPP segera memberikan SK kepada figur putra daerah asli orang Wamena pegunungan sebagai pusat administrasi Provinsi Papua Pegunungan bapak Dominikus Daby. ST,MT. Selaku Ketua dan sekertaris wakil Bupati Lanny jaya Bertus Kogoya S.H, kedua figur menjadi usulan kami kader PAN 8 Kabupaten, Supaya 8 DPD PAN di pegunungan membenahi pola komunikasi antarpengurus dan terakomodir dalam satu arahan koridor DPW PAN Provinsi Papua Pegunungan.

Ada banyak hal yang dikeluhkan pengurus terhadap kepemimpinan Sinut Busup. Pertama, dinilai tidak mampu mengonsolidasi pengurus, tidak terciptanya harmonisasi, dan tidak difungsikannya pengurus DPD dan banyak hal lainnya, hal itu bisa membuat PAN di wilayah pegunungan cacat dan jalan ditempat. Sementara ini Kantor Sekretariat juga tak ada sebagai rumah untuk menampung aspirasi rakyat pada pesta demokrasi 2024.

“Kami mundur karena tidak mau menjadi tanggung jawab moral apabila target PAN Papua Pegunungan pada Pemilu 2024 gagal karena masih dipimpin orang yang sama yaitu Sinut Busup, apalagi PAN akan mendorong Cawapres Menteri BUMN Erick Thohir di pesta demokrasi 2024 mendatang”

Sementara itu, Ketua DPW relawan Erick Thohir Provinsi Papua Agustinus Mabel S,T juga menyikapi hal yang sama untuk mengundurkan diri, sebab kami semua ada dalam satu koridor politik untuk 2024 mendatang, DPP PAN harus memberikan respons saat dikonfirmasi mengenai pengunduran diri delapan pengurus DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua Pegunungan, uangkap Agustinus saat di konfirmasi.

RED

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ingin beriklan? Hubungi kami